| “Birding Competition” Taman Nasional Hutan Baluran |
| Jumat, 15 Juli 2011 - 09:14 wib | |
|
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Untuk kali kedua Taman Nasional (TN) Hutan Baluran Situbondo, menggelar lomba Birding Competition atau lomba pengamatan burung berkicau. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah burung yang dilindungi di TN Baluran Situbondo, Jumat (15/7). Tercatat sebanyak 210 peserta yang mengikuti kegiatan yang digelar oleh TN Baluran Situbondo, mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, aktivis LSM, serta kalangan para pencinta burung dalam negeri. Bahkan, lomba tersebut juga diikuti oleh empat pencinta burung dari mancanegara, seperti dari pengamat dan peserta asal Republik Ceko. Selain itu, pihak panitia juga mendatangkan sembilan orang yang merupakan tenaga ahli dan pengamat burung, mereka tidak hanya dari dalam negeri saja, namun, sebagian dari para pengamat atau peserta ahli burung tersebut berasal dari mancanegara. Mereka langsung melakukan pengamatan terhadap sebanyak 160 jenis burung yang ada di TN Baluran Situbondo. Panorama alam TN Baluran Situbondo, benar-benar memukau bagi para peserta, selain hutannya yang masih rindang areal padang safana yang luas, panorama alam itu membuat para peserta cukup leluasa untuk melihat sekitar 200 lebih jenis burung satwa di tempat tersebut. Karena berada di alam bebas para peserta agak kesulitan untuk mengamati jenis burung-burung langka itu dari jarak yang sangat jauh, namun, para peserta menggunakan berbagai peralatan untuk melihat burung yang berterbangan di ranting pepohonan, setelah itu para peserta langsung men-sketsa aneka burung satwa yang diamatinya. Seperti yang diungkapkan Agnes (21), salah seorang mahasiswi asal Jakarta, hanya dalam jangka waktu sekitar satu jam Agnes bersama dua orang rekannya mengaku sudah dapat menyaksikan puluhan burung langka, burung-burung itu jarang dijumpai di kawasan hutan lindung lain di Indonesia. “Benar-benar menakjubkan, selain panoramanya alam yang indah, baru satu jam kami sudah melihat puluhan burung langkah, untuk mendapatkan banyak jumlah pengamatan burung, kami harus menyusuri semua titik hutan yang biasanya dihinggapi burung, tidak sedikit peserta yang terpaksa melakukan pengamatan sembari duduk, lantaran sudah tidak mampu lagi berdiri,” kata Agnes. Sementara itu, Adi Karyanto selaku kepala Balai Taman Nasional Hutan Baluran Situbondo, kegiatan birding competiton itu dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan burung satwa di hutan lindung, kegiatan tersebut pihaknya melibatkan berbagai eleman masyarakat,termasuk para pelajar dan mahasiswa. ”Kegiatan kami selenggarakan selama empat hari, dengan diselenggarakan even yang sudah berjalan sekitar dua tahun ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat, akan pentingnya menjaga kelestarian burung di Taman Nasional Baluran,” ujar Adi Karyanto.(ari/Jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Sadis, Bayi Dibuang di Hutan Baluran
- Asosiasi Sekolah Bertaraf Internasional Thailand Kunjungi Unej
- Pembabatan Hutan Karet Terulang
- Usai Ujian Nasional, 2 Siswa MI Kecelakaan
- Survey "Capres" Unggul, Belum Tentu Sukses Jadi Pemimpin Nasional
- Soal Bencana, Komisi D Akan Panggil Satlak Bencana dan Perhutani
- Radio Mutiara FM Berhutang Ratusan Juta ke Pemkab Jember


