Jurnal Besuki
Selasa, 21 Mei 2013
Masyarakat Diminta Tidak Tebang Pohon
Sabtu, 06 Agustus 2011 - 16:30 wib
Jember (jurnalbesuki.com) - Hutan sebagai penyangga kehidupan butuh perhatian dan kepedulian dari semua pihak atas keberadaan dan kelestariannya. Pengertian hutan yang dimaksud di sini, tidak hanya belantara atau rimba, tapi juga hutan kota serta tanaman di pekarangan milik masyarakat.
 
Mengingat begitu pentingnya hutan bagi kehidupan seluruh makhluk yang ada di muka bumi, maka tidak ada toleransi bagi mereka yang mencoba untuk merusak keberadaannya. “Karena itu segeralah menanam pohon baik di halaman rumah maupun di lahan yang kosong dengan tujuan agar anak cucu kita nanti dapat menikmati pentingnya menghirup udara segar,” ujar Drs Hariyadi, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Pemkab Jember, Jum’at (5/8) kemarin.

Diimbau juga kepada masyarakat agar tidak menebangi pohon maupun menggunguli hutan, karena akibatnya akan menjadikan tanah mudah longsor dan terjadinya banjir bandang. “Salah satu program dari kasi informasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat atau mensosialisasikan bahwa hutan itu sebagai penyangga dalam kehidupan. Karena itu jangan dipotongi, jangan ditebangi, biar O2 selalu muncul untuk penghidupan masyarakat,” terangnya.

Nah berkaitan dengan upaya menghijaukan kembali keadaan, Kantor Lingkungan Hidup menurut dia, selalu turun ke desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga tanaman yang ada di halaman sekitar.

“Bahasa gampangnya, pak jangan dipotongi pohon, lebih baik nanam pohon karena akan bermanfaat kepada anak cucu kita. Oleh sebab itu pohon jangan dipotong agar tidak terjadi kekeringan, manusia bisa hidup layak dengan mendapat O2 yang baik dari pohon,”jelasnya.

Dikatakan, banyaknya bencana yang terjadi hingga banyak menghancurkan peradaban manusia, salah satu penyebabnya manusia sudah tidak lagi mengindahkan perintah-perintah agama. Diantara yang tidak dilaksanakan manusia, yaitu larangan agar melakukan kerusakan di muka bumi.

Selama ini, banyak diantara kalangan masyarakat yang dengan sengaja melakukan perusakan terhadap hutan. Aksi perusakan ini tidak sepenuhnya dilakukan oleh masyarakatr biasa, tapi ada juga yang melibatkan petugas kehutanan.

Hariyadi mengatakan, bahwa untuk keperluan koordinasi sekaligus memantau perkembangan di kecamatan, Kantor Lingkungan Hidup berencana untuk membuat status lingkungan hidup di masing-masing kecamatan. Lewat program ini diharapkan masing-masing kecamatan akan diketahui kekurangannya dalam bidang lingkungan hidup.

“Kalau kurang pohon kita tanami, di situ bekerjasama dengan SKPD terkait, seperti PU Cipta Karya, PU Bina Marga yang membantu kami di kecamatan, sekaligus ini program Adipura. Di kota, tumbuhan sudah merata di beberapa pinggiran jalan, karena itu di kecamatan harus juga merata di pinggir jalan, sehingga nantinya Jember hijau akan tercapai,” pungkasnya.(hmsjbr/jb5)
 
 
< Sebelumnya   Berikutnya >