| Calon Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal Dunia |
| Selasa, 27 September 2011 - 17:15 wib | |
Situbondo (jurnalbesuki.com) – Seiring makin dekatnya pelaksanaan ibadah haji, kabar duka mengalir dari salah satu Calon Jamaah Haji (CJH) Situbondo. Satu orang CJH bernama Nuryati (50), meninggal dunia akibat penyakit. Saat meninggal, CJH asal Kecamatan Asembagus sudah terdaftar dalam kelompok terbang (kloter) 23 Situbondo. Praktis, jumlah CJH Situbondo yang dipastikan bertolak ke tanah suci kini berkurang, hingga menjadi 979 orang.Kabar meninggalnya satu CJH itu, terungkap lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Teknik Pemberangkatan Haji di Aula kantor Kemenag Situbondo, Selasa (27/9). Selain unsur panitia, Rakor juga melibatkan unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, perwakilan organda, dan lainnya. “CJH meninggal dunia atas nama Nuryati. Almarhumah tercatat di kloter 23. Dengan begitu, CJH Situbondo yang semula 980 orang kini menjadi 979 orang,” kata Kepala Kemenag Situbondo, H Rosyadi Badar, Selasa (27/9). Sebanyak 979 CJH asal Situbondo itu tergabung dalam tiga kloter. Antara lain, kloter 21 sebanyak 445 CJH; kloter 22 beranggotakan 445 CJH; dan kloter 23 sebanyak 89 CJH. Kloter 23 lebih sedikit, papar Rosyadi, karena digabung dengan CJH asal Trenggalek dan Surabaya. Tiga kloter CJH asal Situbondo itu akan diberangkatkan serempak pada 9 Oktober mendatang. “Pelepasan pemberangkatan akan dilakukan tepat pukul 23.00. Makanya, sebelum itu semua CJH sudah harus siap,” tegas Rosyadi lagi. Ratusan CJH asal Situbondo itu akan bertolak menuju Sukolilo Surabaya dengan 23 bus. Sedikitnya, ditetapkan tiga titik lokasi pemberangkatan CJH. Antara lain, sebanyak 3 bus dari Kecamatan Asembagus; sebanyak 4 unit bus dari Kecamatan Besuki. Hal itu, untuk memudahkan CJH yang berasal dari dua wilayah tersebut. Sedangkan 16 unit bus dari wilayah tengah, yang akan dipusatkan di kantor pemkab Situbondo. “Pemberangkatan CJH ini akan dilepas langsung oleh Bupati Dadang Wigiarto,” imbuh alumnus Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu. Lebih dari itu, Rosyadi juga mengimbau, agar CJH maupun keluarganya yang mengantar tidak mengenakan perhiasan berlebihan. Apalagi, pemberangkatan dilakukan malam hari. Selain itu, CJH juga diminta mematuhi ketentuan pihak meskapai, terkait barang yang dilarang untuk dibawa. Di antaranya, seperti sajam, senpi, kompor, cairan beracun, dan lainnya. “Dari kepolisian, tentu saja akan optimal melakukan pengamanan. Tapi, kami juga mengimbau agar CJH dan keluarganya yang mengantar untuk selalu waspada,” timpal Kabag Ops Polres Situbondo, Kompol Abdul Latif, saat Rakor Teknik Pemberangkatan CJH.(ari/jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Jatah Bantuan Raskin di Situbondo Dikurangi
- KPU Bondowoso Deadline Calon Pasangan Independen Hingga 20 Pebruari
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Mobnas Pemkab Situbondo Nabrak Truk Boks, 4 PNS Luka Parah
- Jadi Calo, PNS Pemkab Situbondo Dipolisikan
- Siswa SMK Situbondo Jalani Test Urine


Situbondo (jurnalbesuki.com) – Seiring makin dekatnya pelaksanaan ibadah haji, kabar duka mengalir dari salah satu Calon Jamaah Haji (CJH) Situbondo. Satu orang CJH bernama Nuryati (50), meninggal dunia akibat penyakit. Saat meninggal, CJH asal Kecamatan Asembagus sudah terdaftar dalam kelompok terbang (kloter) 23 Situbondo. Praktis, jumlah CJH Situbondo yang dipastikan bertolak ke tanah suci kini berkurang, hingga menjadi 979 orang.