| FKG Unej Tambah Prestasi |
| Jumat, 02 Desember 2011 - 07:45 wib | |
Jember (jurnalbesuki.com) - Keberadaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember di kalangan Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia makin diperhitungkan. Pasalnya prestasi demi prestasi diraih oleh fakultas yang berdiri tahun 1995 (saat itu bernama Program Studi Kedokteran Gigi) dan telah mencetak 1000 dokter gigi.Prestasi terbaru diraih oleh mahasiswa FKG di ajang “Regional Dental Meeting Exhibition” dalam rangka Dies Natalis ke 50 FKG Universitas Sumatera Utara (1-3/11) dan di ajang “Dental Paramita’s Infection Science Festival And Competition” yang digagas oleh FKG Universitas Gadjah Mada (26-27/11). Tidak tanggung-tanggung, arek-arek Tegalboto menyabet juara satu dan tiga di Medan, serta memborong semua gelar juara di Yogyakarta. “Salah seorang dewan juri di FKG USU bahkan berseloroh begini, untung FKG Universitas Jember hanya mengirimkan dua tim, jika ada tiga tim yang datang maka bisa-bisa semua juara diborong anak-anak Jember,” ujar Hendri Jaya Permana yang meraih juara satu di Medan dan Yogyakarta. Ternyata selorohan tadi dibuktikan oleh mahasiswa FKG di Yogyakarta, Hendri dan kawan-kawan menyapu bersih semua gelar juara. “ Pada saat pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para juara, panitia sempat heran sebab juara satu sampai tiga memakai jas almamater yang sama,” kata Hendri lagi. Untuk diketahui selama lomba dan saat presentasi karya tulis ilmiah, setiap peserta dilarang memakai jas almamater guna menjaga independensi dewan juri. Dalam ajang “Regional Dental Meeting Exhibition” di Medan yang melombakan poster ilmiah kedokteran gigi, FKG Universitas Jember mengirimkan dua wakilnya. Dalam babak final kedua tim ini menghadapi 18 peserta lainnya dari seluruh Indonesia dan beberapa Negara ASEAN lainnya, misalnya Malaysia. Tim pertama beranggotakan Hendri Jaya Permana, Putri Kharisma Dewi dan Ali Taqwim. Poster yang mereka lombakan berjudul “Review of Potency Omega 3 Fatty Acid From Lemuru Fish Oil In Preventing Relaps After Ortodontic Treatments”. Sedangkan Milati Arifah, Annisa Nur Kesuma dan Denok membuat poster berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Cocoa (Theobroma cacao L) Sebagai Bahan Dressing Penyembuhan Luka Gingiva”. Tim yang diketuai Hendri berhasil meraih juara pertama, sedangkan Milati dan kawan-kawan membawa pulang juara tiga. Untuk juara kedua diraih tim FKG Universitas Indonesia. Saat lomba mereka sempat bertemu dengan peserta lainnya yang beberapa waktu lalu kebetulan mengikuti lomba-lomba sejenis. “Ketika tahu kami dari Universitas Jember ikut juga, mereka langsung berkata wah ketemu saingan berat nih,” ungkap Hendri yang asli Palembang ini. Prestasi arek-arek FKG Universitas Jember di Universitas Gadjah Mada lebih fenomenal lagi, bayangkan semua gelar juara berhasil mereka bawa pulang. Dari enam tim dari FKG Universitas Jember yang ikut serta, lima tim berhasil menembus babak final. Empat kompetitornya lainnya berasal dari FKG Universitas Hasannudin, FKG Universitas Mahasaraswati (dua tim), FKG Universitas Hang Tuah dan tuan rumah FKG Universitas Gadjah Mada. Dominasi FKG Universitas Jember di ajang “Dental Paramita’s Infection Science Festival And Competition” membuahkan hasil. Tim yang dikomandoi Hendri Jaya Permana dengan anggota Fatkhur Rizali dan Ade Irwin meraih juara pertama. Judul karya tulis mereka adalah “Inovasi Teknologi Tissue Engineering Di Bidang Teknologi Kedokteran Gigi Menggunakan Limbah Ikan”. Juara kedua diboyong oleh M. Ainun Najib, Fatkur Rizali dan Hendri Jaya Permana yang membawakan karya tulis ilmiah berjudul “Potensi Enzim Bromelin Pada Bonggol Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bahan Anti Plak Pada Pasta Gigi”. Sementara juara ketiga dengan judul “Pengaruh Susu Kedelai Madu Lokal Terhadap Kekuatan Impak Tulang Tibia Tikus Wistar Jantan”. Torehan prestasi mahasiswa FKG Universitas Jember ini tentu tidak datang dengan tiba-tiba. Menurut M. Ainun Najib yang meraih juara kedua di Yogyakarta, dirinya dan kawan-kawan memang sudah lama membentuk kelompok belajar bernama Dentin yang kerap berdiskusi membicarakan trend dalam dunia kedokteran gigi. “Kami juga berusaha membangun gairah meneliti di kalangan mahasiswa FKG. Dan salah satu aplikasinya dengan mengikuti berbagai lomba penulisan karya tulis ilmiah atau yang sejenisnya,” ujar mahasiswa angkatan tahun 2010 ini. Jerih payah Hendri, Najib dan kawan-kawan tampaknya mulai membuahkan hasil. Saat ini mulai banyak mahasiswa FKG yang aktif turut serta dalam kelompok belajar “Dentin” dan mulai melakukan penelitian. Bahkan mereka punya daftar penelitian-penelitian yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Bila semula hanya lima sampai sepuluh orang yang aktif berdiskusi kini jumlahnya bisa dua kali lipat. “Sekarang mulai banyak kawan yang bertanya cara menyusun proposal penelitian, bagaimana presentasi yang baik serta bagaimana melakukan penelitian kepada kami. Banyak yang berani ikut berbagai lomba karya tulis ilmiah juga hasil dari diskusi kami di “Dentin”,” jelas Hendri. Hendri dan kawan-kawan pun tak segan-segan memprovokasi yuniornya agar tidak takut meneliti. Sebab mereka sadar virus gemar meneliti ini wajib ditularkan kepada sebanyak mungkin mahasiswa di FKG. “Dalam waktu dekat kami akan mengadakan pelatihan bagi kawan-kawan yang tertarik meneliti. Harapannya agar makin banyak mahasiswa FKG yang gemar meneliti sehingga atmosfer akademik makin baik,” tutur Hendri lagi.(hmsunej/jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Unej Kirim 399 Mahasiswa Atasi Buta Huruf
- Mahasiswa Italia Seriusi Bahasa Indonesia di Unej
- Kuota LPG 3 Kg Akan Ditambah Pertamina
- Korban Penipuan H Kobar Terus Bertambah
- Asosiasi Sekolah Bertaraf Internasional Thailand Kunjungi Unej
- Ketua Stain dan Rektor Unej Duet di Raker LPES
- Jumi-jumi, Mie Kreasi Mahasiswa Unej


Jember (jurnalbesuki.com) - Keberadaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember di kalangan Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia makin diperhitungkan. Pasalnya prestasi demi prestasi diraih oleh fakultas yang berdiri tahun 1995 (saat itu bernama Program Studi Kedokteran Gigi) dan telah mencetak 1000 dokter gigi.