| Penyetaraan Pendidikan Anak Usia Dini |
| Selasa, 06 Desember 2011 - 17:30 wib | |
|
Jember (jurnalbesuki.com) - Saat ini banyak orang tua yang mulai menyadari akan pentingnya memberikan pendidikan mulai dari usia yang dini. Ini ditandai semakin banyaknya masyarakat yang menyerahkan kebutuhan pendidikan anak-anaknya kepada Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Terjadinya fenomena yang demikian ini, membuat kalangan yang peduli pendidikan tidak tinggal diam. Mereka langsung menjawabnya dengan menyiapkan lembaga pendidikan yang memang dibutuhkan oleh anak-anak usia dini. Meningkatnya jumlah lembaga Pos PAUD ini, bisa dilihat di Kecamatan Bangsalsari. Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bangsalsari, Ny. Purwaningsih Syafi’i, di daerahnya juga terjadi hal yang serupa, yakni masyarakat sangat antusias dan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk berkembang di usia emasnya. Menurutnya keberadaan pos PAUD cukup membantu untuk memenuhi keinginan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Namun tidak semua wilayah di Kecamatan Bangsalsari memiliki pos PAUD. “Sementara memang belum semua desa belum memiliki PAUD. Dan tahun depan akan kita galakkan lagi pos PAUD dengan memberdayakan semua kader PAUD yang ada di desa masing-masing, supaya keberadaannya merata di semua desa,” ujarnya. Ia menambahkan untuk lebih meningkatkan kualitas pos PAUD yang telah ada, maka tim Penggerak PKK mengadakan pembinaan pos PAUD. Pembinaan dan peninjauan pos PAUD sendiri dilakukan secara berkala sehingga pos PAUD di Kecamatan Bangsalsari dapat terus meningkatkan kualitasnya. “Kita fokuskan lagi pada kualitas tutor yang mengajar di pos PAUD sehingga para tutor juga memiliki standar khusus seperti yang dianjurkan Diknas,” paparnya. Ia mengakui bahwa hingga saat ini sebagian tutor di pos PAUD Kecamatan Bangsalsari yang belum mampu untuk memenuhi syarat, khususnya dari segi tingkat pendidikan. Oleh karena itu dirinya pun terus mendorong agar para tutor yang belum memenuhi syarat ini untuk melakukan penyetaraan pendidikan melalui kejar paket. “Mungkin jika tutor itu masih cukup usianya untuk melanjutkan pendidikan di SMA, kita terus memberikan motivasi untuk mereka agar melanjutkan sekolahnya,” ungkapnya. Selain para tutor harus memenuhi standar minimal pendidikan, mereka pun dituntut untuk selalu kreatif dalam mengajari anak. Untuk itulah tutor diberikan pelatihan-pelatihan khusus, sehingga mereka dapat menciptakan susasna belajar yang lebih baik lagi di kalangan anak-anak. Ia pun berharap, tutor pos PAUD mau aktif dalam pelatihan yang diberikan oleh kecaatan yang bekerjasama dengan dinas Pendidikan. Lebih jauh ia bercita-cita bahwa nantinya tiap desa di Kecamatan Bangsalsari memiliki setidaknya satu pos PAUD, sehingga seluruh anak di Kecamatan Bangsalsari memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang baik di usia emasnya.(hmsjbr/jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Prabowo, Mahfud dan Mega Dinilai Tegas
- Jadi Kabupaten Layak Anak Tapi Kekerasan Seksual Bawah Umur Marak
- BPBD Dinilai Bentukan Setengah Hati
- Ribuan Anak-anak Ikut Lomba Finger Painting
- Heboh Wajah Anak Kambing Mirip Kucing
- Bupati Masdar Tolak Tudingan Kampanye Dini
- Puluhan Anak 'Mata Hati' Gelar Doa Untuk Bangsa


