Jurnal Besuki
Kamis, 20 Juni 2013
Mahasiswa Australia Beri Pelajaran di Komunitas Tanoker
Selasa, 13 Desember 2011 - 08:30 wib
Jember (jurnalbesuki.com) - Tanoker, komunitas pecinta egrang, yang keberadaannya menarik perhatian banyak orang, saat ini terus menambah bentuk kegiatannya, baik kegiatan social maupun pendidikan. Program yang dibuat komunitas pecinta permainan tradisional ini, patut diapresiasi, karena memberikan manfaat luar biasa bagi lingkungan sekitar.
 
Salah satu contoh program yang hingga saat ini masih terus berjalan, yakni belajar bersama. Meski telah berjalan lama, namun anak-anak yang tergabung dalam komunitas ini, tetap bersenmangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Melihat semangat anak-anak tersebut, para pembina tanoker terus memutar otak untuk memberikan metode-metode pembelajaran yang baru, guna dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM. Ini dilakukan, karena semangat anak-anak komunitas tanoker sangat tinggi :”Meski anak desa, namun keinginan mereka untuk berkembang itu sangat baik”ujar Cicik Farha pembina komunitas tanoker.

Menurut Cicik maupun pembina lainnya Supo, berbagai cara dilakukan mulai dari sampai gasing, belajar bersama matematika, bahasa nasional, bahasa intertnasional, hingga persiapan untuk melakukan metode pembelajaran LD Learning atau Long Distance Learning (Belajar/silaturahmi jarak jauh), dengan menggunakan metode Tele-Confrence dengan memanfaatkan internet yang baru masuk desa,  dengan berbagai kalangan baik didalam maupun luar negeri.

Rencananya untuk pekan mendatang, para pembina tanoker akan kembali memberikan penyegaran untuk pembelajaran dengan mendatangkan pengajar dari luar negeri. “Untuk  minggu ini, kami akan kedatangan rekan dari luar negeri, diantaranya adalah Shelby Higgs dan Elizabeth James.

Kedua mahasiswa pasca sarjana asal Australian National University Canberra ini, nantinya juga akan menyumbangkan ilmu pengetahuannya dengan mengajar anak-anak tanoker. “Mungkin tanggal 7 Desember mereka tiba, dan akan tinggal beberapa minggu, untuk bisa secara langsung mengajari anak-anak ini,” ujar Cicik.

Diakuinya, kedatangan pengajar asal Australia dan bergabung dengan komunitas tanoker, sangat membantu sekali. Karena dengan demikian anak-anak yang tergabung dalam tanoker bisa belajar secara tatap muka.

Sementara itu, meski sarana dan prasarana yang dimiliki boleh dibilang sangat minim, namun untuk kegiatan pembinaannya tidak pernah surut. Bahkan semangat Cicik dan Supo,   untuk terus mendampingi anak-anak Tanoker dalam berkreasi tidak pernah mati.

Perjuangan Cicik dan Supo, selama ini, diapresiasi baik oleh Kepala UPTD Ledokombo, Drs.Suripto, mengatakan bahwa Ia sangat berterimakasih pada para Pembina tanoker itu, karena telah memberikan perubahan-perubahan.

“Mereka telah melakukan perubahan, itu patut dicontoh, keinginan yang kuat, yang sisertai dengan perjuangan yang maksimal, akan membuahkan hasil , seperti tanoker, komunitas yang terus mengedepankan pendidikan dan nilai-nilai budaya, itu akan dapat menjadikan kualitas dan kuantitas SDM yang lebih baik lagi”ujarnya.(hmsjbr/jb5)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >