| Warga Plalangan Menyoal Budidaya Tawon |
| Jumat, 06 Januari 2012 - 11:00 wib | |
|
Tawon dianggap usik ketenangan warga perkampungan. Situbondo (jurnalbesuki.com) - Puluhan Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Krajan, Desa Pelalangan, Kecamatan Sumbermalang, mengaku resah dalam beberapa hari terakhir ini. Itu terjadi karena secara tiba-tiba ribuan lebah berkeliaran di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, belasan warga wilayah terpencil di Kabupaten Situbondo mengaku tersengat tawon-tawon tersebut. Namun, ribuan ekor lebah itu diketahui berasal dari budidaya milik warga Bondowoso. Sejak Selasa malam pekan lalu (27/12), ratusan kotak kayu sarang hewan penghasil madu, itu baru saja tiba di dusun tersebut setelah sebelumnya di-“gembala” di Kecamatan Paiton, Probolinggo. Sayangnya, lahan tempat sarang tawon itu diletakkan berada di tepi jalan dan sangat dekat dengan perkampungan warga. Seperti yang diungkapkan Sayit, 35, warga setempat, dia dan warga sekitar merasa resah dengan keberadaan tawon-tawon tersebut. Pasalnya, 12 warga Dusun Krajan, Desa Pelalangan, menjadi korban sengatan tawon. “Anak dan istri saya juga disengat,” ujarnya. Menurut bapak beranak satu ini, keberadaan lebah tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama bagi para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi penempatan sarang tawon tersebut. “Kadang tawon masuk ke helm tauapun pakaian pengguna jalan. Karena kebingungan, tawon itu lantas menyengat. Untuk itu, kami berharap tawon ini segera dipindah,” tutur pria yang rumahnya berada persis di seberang jalan lahan tempat sarang tawon itu diletakkan. Hal senada juga diungkapkan Samsul Hadi, warga yang lain mengungkapkan, tanpa sepengetahuan warga setempat, Selasa malam sarang tawon itu tiba di dusun tersebut. Dia menyesalkan pemilik tawon tidak permisi terlebih dahulu kepada warga, sebelum menempatkan 400 sarang tawon itu di dusun tersebut. “Tawon-tawon itu sering masuk ke rumah warga, terutama pada malam hari untuk mencari cahaya lampu. Empat tamu saya tersengat tawon yang berceceran di lantai rumah,” terang Samsul Hadi, Selasa (3/1). Hadi menambahkan, warga sekitar mendesak sarang tawon itu segera dipindahkan dari lingkungan tempat tinggal mereka. Warga juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) setempat. “Kades sudah siap untuk segera memindahkan sarang tawon tersebut. Tetapi sampai saat ini (kemarin), sarang tawon itu masih belum dipindahkan,” gumamnya. Sayangnya, sejumlah pekerja yang enggan dimintai tanggapannya. Mereka mengaku sedang sibuk mengurus tawon-tawon tersebut. “Maaf mas, tolong jangan diganggu dulu. Bukannya kami tidak mau diliput, tetapi di sini (Dusun Krajan, Desa Pelalangan, Red) sedang ada masalah. Kami dikejar waktu,” ujar pria berkumis ini.(ari/Jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Ban Meletus, Xenia Nyeruduk Rumah Warga
- Heboh, Warga Tangkap Babi Ngepet
- Warga Lumajang Terancam Lahar Semeru
- Oknum Perangkat Desa Berulah, Warga Gruduk Dewan
- Belum Dievakuasi, Kapal Tanker MT Aegas Jadi Tontonan Warga
- Air Laut Pasang, Rumah Warga Hayut
- Sering Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga Ancam Somasi PLN Situbondo


