Jurnal Besuki
Minggu, 26 Mei 2013
Nikmatnya Bakso Kalang Kabut Dari Arjasa
Kamis, 02 Pebruari 2012 - 11:00 wib
Jember (jurnalbesuki.com) – Pertama kali mendengar namanya saja, sepertinya sesuatu makanan yang unik. Ya, berlatar belakang memanfaatkan putih telur yang sering terbuang saat membuat minuman jamu, Juhariyah, 35 tahun, warga Dusun Krajan Sumberwadung, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, berinisiatif membuat makanan yang unik dan aneh serta bergizi.
 
Bakso Kalbut. Banyak orang penasaran dengan sebutan “Kalbut” itu sendiri. “Kalbut itu kependekan dari kalang kabut. Sebenarnya itu plesetan saja, dari bakso selimut kabut. Karena kurang familiar, jadinya saya memberi nama itu agar makanan bakso saya mudah diingat” jelas Bu Ju, panggilan akrabnya. Bakso Kalbut sendiri merupakan makanan pentol yang terbuat dari daging sapi asli dengan balutan telur diluarnya. Mmm, sepertinya memang makanan unik dan berbeda dengan kebanyakan bakso pada umumnya.

Bu Ju menjual bakso di pinggir jalan dengan membuka warung sangat sederhana, dengan berdindingkan bambu yang telah diberi warna putih sejak siang hari usai ia pulang berjualan di pasar. “Pekerjaan sebagai penjual bakso ini sebenarnya sambilan saja, sejak tahun 1995. Karena setiap harinya saya bekerja sebagai penjual daging bersama suami saya di pasar” katanya. Namun, tahun 2000 Ju berinisiatif membuat bakso yang berbeda dengan kebanyakan bakso yang ada di pasaran.

Cara pembuatan bakso kalbut pun juga cukup mudah. Perempuan berambut sepundak ini pun menjelaskan sejumlah bahan dan cara pembuatan bakso kalbut tersebut. Untuk membuat pentol dasarnya, Ju mempersiapkan daging sapi asli sebanyak 2 kilogram, tepung kanji 0,5 kilogram, telur 4 biji, dan juga penyedap rasa. Semua bahan dijadikan satu untuk dihaluskan dalam alat selep daging. “Kalau sudah halus, lalu daging sapi yang sudah halus dibentuk bullet-bulet untuk membuat pentolnya. Ada yang kecil dan ada yang besar” tuturnya.

Untuk satu resep tadi, dapat menghasilkan pentol besar sebanyak 20 biji, dan pentol kecil sebanyak 25 biji. Setelah itu disiapkan telur sebanyak 3 kilogram atau 48 biji. Telur-telur ini lalu dikocok satu per satu dan dimasukkan ke dalam plastik. Lalu pentol yang sudah jadi dimasukkan ke dalam plastik, kemudian direbus selama kurang lebih 60 menit dengan api yang sedang.

“Setiap pentol satu telur, jadi rasa telurnya juga terasa. Nah, dimasukkan plastik supaya ketika digodok telur dan daging pentol dapat menyatu. Kami pun memiliki teknik sendiri agar putih telur dan kuningnya tidak bercampur ketika berada dalam panci perebusan, sehingga hasilnya cantik sekali. Kuning telur berada diatas sebagai kembangan dan yang bawah berwarna putih” jelas Bu Ju lebih lanjut.

Setiap hari Bu Ju memproduksi pentol bakso kalbut ini untuk 3 kilogram telur. Buka warung siang hari dan tutup sebelum magrib. Pengunjung yang datang ke warung Bu Ju ini juga sangat banyak sekali. “Biasanya pengunjung ramainya ketika akhir pekan, sabtu minggu” katanya. Tidak hanya dari warga setempat maupun pelajar dan mahasiswa di sekitaran Jember, warga dari luar kota Jember pun juga banyak yang datang karena penasaran dengan bakso kalbut.

“Saya sudah langganan bakso kalbut ke Bu Ju ini. Tiap saya main ke saudara saya di Jember, saya selalu mampir ke warung Bu Ju. Baksonya sangat enak, berbeda dengan bakso yang ada di pasaran, karena saya baru menemukan pentol yang dibalut telur ya cuma di Jember ini” kata Bu Titin, warga Situbondo, sambil mencampurkan kecap ke dalam mangkuk baksonya.

Bu Ju menjual per porsi baksonya dengan harga cukup terjangkau. Untuk pentol kalbut kecil, Ju menjualnya dengan harga Rp.5000,-. Sementara untuk pentol kalbut yang besa, ia menjualnya dengan harga Rp. 10.000,-.  

Nah, bagi anda penyuka kuliner bakso, jangan sampai tidak mencoba menu yang satu ini. Bakso Kalbut Bu Ju Khas Kemuning Lor. Selain harga terjangkau, bakso ini juga bergizi karena tidak menggunakan pengawet. Dengan ditemani semangkuk bakso kalbut, segelas jus jeruk, anda juga bisa menikmati suasana pedesaan persawahan yang masih alami di kawasan tersebut. Selamat mencoba! (lan/jb5)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >