Jurnal Besuki
Rabu, 22 Mei 2013
Depresi, Warga Desa Battal Bakar Rumahnya
Jumat, 17 Pebruari 2012 - 13:00 wib
Gara-gara anak ayamnya dijual oleh istrinya
 
Situbondo (jurnalbesuki.com)
- Diduga mengalami depresi usai bertengkar dengan istrinya, seorang suami bernama Surito (51), warga Dusun Bukkol, Desa  Battal, Kecamatan Panji langsung  kalap. Bahkan, langsung  membakar rumahnya sendiri. Akibat aksi nekat bapak tiga anak itu  membuat sebagian dinding dan atap rumahnya hangus terbakar.
 
Selain itu, aksi nekat yang dilakukan oleh pelaku juga mengakibatkan rumah Abdurrahman (27), menantunya juga hangus terbakar karena dilalap si jago merah, karena rumah menantunya berdempetan dengan rumah milik pelaku. Sayangnya, puluhan warga yang berusaha untuk memadamkan kobaran api tersebut  sempat ketakutan, karena pelaku yang mengalami depresi itu mengancam akan  membunuh puluhan warga yang mendekati rumahnya.

Bahkan, sebelum membakar rumahnya sendiri, pelaku sebelumnya diketahui  terlibat pertengkaran dengan  Sutik  (45), istrinya. Itupun hanya  gara-gara   anak ayamnya dijual oleh istrinya."Puluhan warga takut mendekat karena dia (Sarito, red) mengancam akan membunuh warga yang mendekati rumahnya, sembari mengacungkan celurit. Warga baru berani memadamkan api setelah petugas Polsek Panji turun langsung ke lokasi,” ujar   H Ahmad Makki, salah satu tetangga pelaku, Jumat (17/2).

Beruntung,  dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, karena saat pelaku membakar rumahnya, kondisi rumah dalam keadaan  sedang  kosong, karena  Sutik (50)  bersama  anak dan cucunya terlebih dahulu  mengungsi ke rumah tetangganya,  karena khawatir akan  menjadi sasaran kemarahan suaminya yang depresi karena  anak ayamnya dijual oleh istrinya.

"Saya mengajak anak  pergi dari rumah, saat suami  pergi mencari rumput. Sebab, dalam beberapa terakhir ini suami saya sering marah-marah," kata ibu tiga anak.

Diperoleh keterangan, depresi yang dialami oleh Sarito. Itu terjadi setelah mengetahui anak ayam miliknya dijual oleh Sutik seharga Rp 15 ribu, sehingga  Sarito jadi sering emosi dalam beberapa hari terakhir ini. Bahkan,  Sutik istrinya  sempat dipukuli oleh pelaku. Sutik mengaku  nekat menjual anak ayam itu karena kehabisan uang belanja.

"Uang hasil penjualan anak ayam itu digunakan untuk beli beras saja, serta untuk membelikan rokok suami saya. Makanya saya heran dia kok masih marah-marah," imbuh Sutik.

Sedangkan puncak kemarahan Sarito terjadi pada Kamis (16/2) sore. Sepulang dari mencari rumput, dia mendapati istri dan anaknya tidak ada di rumah. Bahkan, begitu keluarganya tidak ada dirumah Sarito jadi naik kalap. Sarito meminta menantunya si untuk mengeluarkan semua perabot dari dalam rumahnya. Puluhan karung jagung titipan orang juga ikut dikeluarkan. Saat itu, Sarito ikut membantu mengeluarkan perabot dan puluhan karung jagung tersebut.

Namun, Setelah seluruh perabot sudah berada di luar rumah, Sarito pun mulai beraksi dengan menyulut api ke dinding rumah. Api terus membesar dan menjalar ke bagian atap dan sebagian dinding rumah yang terbuat dari papan kayu dan gedhek atau anyaman bambu.

Melihat rumahnya terbakar, warga sempat berusaha memadamkan api karena khawatir merambat ke rumah lainnya. Namun Sarito menghardik para tetangganya agar tidak coba-coba memadamkan api.

Sementara itu, Kapolsek Panji AKP Mas Ahmad Sujalmo mengatakan, pihaknya langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek. Namun, karena seluruh  keluarganya menyatakan menerima Sarito akhirnya dipulangkan lagi. Keluarganya tidak menuntut lantaran Sarito diduga mengalami stres.

"Keluarga mengaku  tidak akan  menuntut, karena mereka mengetahui pelaku mengalami depresi, namun pihak keluarga meminta agar  Sarito dipulangkan ke rumah asalnya di Desa Kandang Kecamatan Kapongan, jadi bukan dikembalikan ke rumah istrinya lagi," terang AKP Mas Ahmad Sujalmo.(ari/Jb5)



 
< Sebelumnya   Berikutnya >