| Marak Aksi Penipuan Mencatut Nama Pejabat |
| Kamis, 01 Maret 2012 - 14:30 wib | |
|
Seorang Kontraktor di Situbondo Kecolongan Rp 45 Juta. Situbondo (jurnalbesuki.com) - Aksi penipuan mencatut nama pejabat dilingkungan Pemkab Situbondo marak dalam sepekan terakhir ini. Seperti yang dialami oleh salah seorang kontraktor di Kota Situbondo bernama Agus Susanto (41) terperdaya dengan nominal sebesar Rp 45 juta setelah diiming-imingi proyek miliaran oleh seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Dinas Bina Marga (DBMP) Pemkab Situbondo. Sejumlah uang tersebut diserahkan Agus Susanto itu dalam dua tahap. Seluruhnya melalui transfer di bank ke sebuah nomor rekening atas nama wanita berinisial SD. Pertama senilai Rp 10 juta ditransfer lewat BNI 46 Situbondo dan yang kedua melalui Bank Mandiri Situbondo sebanyak Rp 35 juta. “Awalnya saya percaya saja karena penelpon itu mengaku sebagai H Yoyok Mulyadi (Kepala DBMP Situbondo, red). Dia menjanjikan proyek fisik, namun dengan syarat harus mentransfer uang sebesar Rp. 45 juta,” kata Agus Susanto, Rabu (29/2. Diperoleh keterangan, aksi penipuan mencatut nama pejabat serta dengan modus ‘bagi-bagi’ proyek yang menimpa warga perumahan Griya Panji Mulya (GPM), Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. itu berawal dari sebuah telepon. Seorang pria yang mengaku sebagai Kepala DBMP Situbondo itu menelpon rumah korban. Saat itu, istri Agus yang mengangkat telepon. Tahu begitu, penelpon hanya meninggalkan sebuah nomor HP dan meminta Agus segera menghubunginya terkait masalah proyek. Saat ditelpon Agus, H Yoyok Mulyadi gadungan itu menjanjikan proyek besar bernilai miliaran. Si penelpon yang mengaku H Yoyok meminta, agar Agus mentransfer uang hingga Rp 45 juta sebagai uang pelicin. Tergiur dengan iming-iming proyek besar, Agus pun mengirim uang sebanyak itu ke sebuah rekening atas nama SD yang belakangan diketahui beralamat di Jakarta Timur. Agus baru sadar dirinya diperdaya, setelah banyak rekan-rekannya sesama kontraktor mengaku juga ditelepon pria yang mengaku sebagai Kepala DBMP Situbondo. Namun, rekan-rekan Agus selamat dari aksi penipuan karena langsung kroscek ke H Yoyok Mulyadi.“Jumlahnya yang ditelepon puluhan kontraktor. Tapi begitu dapat telepon, mereka langsung konfirmasi ke saya. Hanya Agus ini yang terperdaya dengan iming-iming orang mengaku kepala DBMP,” kata H Yoyok Mulyadi. Menurutnya, aksi penipuan mencatut nama kepala dinas dengan iming-iming proyek itu baru pertama kali terjadi di Situbondo. H Yoyok Mulyadi pun meminta agar para rekanan tidak mempercayainya karena itu jelas aksi penipuan. “Sebelumnya saya sudah mengimbau ke berbagai asosiasi kontraktor di Situbondo agar tidak percaya. Karena setiap proyek itu akan dilaksanakan melalui tender dan aturan yang berlaku Mulai dari tahap pengumuman sampai pengerjaannya. Karena itulah, sekali lagi, saya menghimbau agar para kontraktor tidak mudah percaya dengan penelpon yang mengatasnamakan kepala dinas DBMP, lebih baik kontraktor yang ditelepon itu langsung datang ke kantor,” imbau pria yang akrab dipanggil Yoyok.(ari/Jb5) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Jadi Kabupaten Layak Anak Tapi Kekerasan Seksual Bawah Umur Marak
- Hadeh...., BPKB Mobil Jadi Alat Penipuan
- Fraksi PKS Tantang Dewan Blak-blakan Soal Tambang Sadeng
- Terlibat Aksi Tipu-tipu, Staf Pemkab Situbondo Dipolisikan
- Awas, Aksi Kriminal Jalanan Makin Marak
- Korban Penipuan H Kobar Terus Bertambah
- Fathorrasyid Laporan Pencemaran Nama Baik


