| Wamen Denny Lakukan 2 Pelanggaran Pidana |
| Kamis, 05 April 2012 - 07:43 wib | |
|
Jakarta (jurnalbesuki.com) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, mengatakan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diuji dalam kasus penamparan Denny Indrayana.
"Penjelasan Dirjen Pemasyarakatan dan diperkuat oleh sipir yang menjadi korban pemukulan Wakil Menkumham Denny Indrayana, membuktikan pelaku pemukulan tersebut adalah benar Denny," ujar Tubagus, Kamis 4 April 2012. Menurut Tubagus, Denny telah melakukan dua pelanggaran. Pertama, pelanggaran pidana berupa pemukulan. Kedua, melakukan kebohongan publik dengan memutarbalikan fakta sebenarnya. "Tindakan dan sikap yang ditunjukan pemimpin pada tataran kementerian ini betul-betul memalukan. Inilah wajah buruk pemimpin Indonesia saat ini, pemimpin bergaya premanisme," kata Tubagus. Apabila SBY tidak mencopot jabatan Denny di kabinet, menurut Tubagus, hal itu menunjukkan gaya kepemimpinan SBY. "Ini juga ujian untuk SBY. Kalau SBY tidak melakukan tindakan tegas dengan mencopot Wamenkumham, maka SBY juga telah menunjukan kepemimpinan yang buruk, dengan melindungi gaya premanisme dalam kabinetnya," kata Tubagus. Denny Indrayana menjelaskan, insiden penamparan disebabkan petugas Lapas Kelas II A Pekanbaru, Riau, terlambat membuka pintu. Menurutnya, petugas lama membuka pintu karena takut dengan kedatangan BNN. "Kenapa lama dibuka, karena takut. Katanya sih, takut lihat BNN. Terlambat satu menit kan bisa menghilangkan barang bukti," ucap Denny.(vnews/jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- KPU Bondowoso Deadline Calon Pasangan Independen Hingga 20 Pebruari
- Avanza VS KA di Klakah, 2 Penumpang Mobil Jadi Korban
- Nekat Melaut, 2 Kapal dan 9 Nelayan Hilang Ditelan Ombak
- Dituduh Gelapkan Uang Rp. 25 Ribu, Perangkat Desa Dipolisikan
- Soal Cagub, PWNU Jatim Tunggu 20 Januari 2013
- Sekda Himbau PNS Bersikap Netral di Pilkada 2013
- Polisi Usut Kebakaran Gudang Rp 2 Milyar


