| Buruh Lepas Kebun Tuntut Kenaikan Status |
| Selasa, 01 Mei 2012 - 16:16 wib | |
|
Jember (jurnalbesuki.com) - Ratusan buruh yang bekerja di Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember melakukan aksi demonstrasi kemarin. Moment Hari buruh se dunia menjadi kesempataan yang tidak disia-siakan para pekerja lepas perkebunan yang mayoritas sudah bertahun-tahun menjadi mesin uang PDP. Para buruh yang turun rata-rata membawa peralatan sadap getah karet, alat yang biasa digunakan ketika melakukan proses penyadapan. Dihalaman kantor PDP Jember, para buruh menyuarakan permintaah agar segera mendapat perbaikan nasib dan status dari karyawan harian lepas menjadi karyawan tetap. Menurut mereka, PDP memiliki kewajiban untuk secepatnya melakukan terobosan jika perusahaan yang dikelola ingin mendapat dukungan pekerja secara total. Selama mengabdi di kebun milik Pemkab Jember itu, mereka mengaku tidak pernah mendapatkan perbaikan status. "Padahal jika dihitung waktu pengabdian kami sudah sangat cukup. Mayoritas buruh yang berkumpul di tempat ini adalah pekerja yang sudah bertahun-tahun menjadi tenaga lepas di kebun. Tapi hingga saat ini nasib kami tidak pernah mengalami perbaikan,"ujar Hasan, korlap aksi yang juga pekerja disalah satu Kebun dinaungan PDP Jember. Menurut Hasan, rata-rata pengabdian para buruh sudha lebih dari 5 tahun. Bahkan banyak diantara para buruh yang sudah bekerja menjadi tenaga harian lepas dengan masa kerja 20 tahun. "Sudah selayaknya kami yang lama menjadi tenaga kerja lepas itu diangkat sebagai karyawan tetap. Itu namanya perbaikan nasib,"tandas Hasan. Aksi buruh kebun itu juga didampingi oleh beberapa tokoh yang selama ini dikenal intens melakukan pendampingan kepada kaum buruh. Salah satu yang terlihat adalah Kustiono. Dihadapan para pejabat Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Jember, tokoh muda itu meminta agar pemerintah turun tangan memberikan bantuan kepada kaum khususnya di perkebunan yang sedang memperjuangkan perbaikan nasib. Bantuan dan dukungan pemerintah untuk menegakkan aturan yang sudah ditetapkan, akan menjadi amunisi tersendiri bagi kaum buruh untuk tetap gigih berjuang untuk merubah nasib. Pasalnya, kaum buruh yang selama ini dikenal dengan kemampuan Sumber daya manusia pas-pasan sangat rentan terhadap isu yang tidak sehat. "Jika pemerintah memberikan back up yang bagus, kami yakin mereka akan gigih,"lontar Kustiono di Kantor Disnakertrans Jember,kemarin. Penyampaian aspirasi para buruh penyadap karet ini juga dilakukan di kantor Disnakertran Kabupaten Jember. Buruh meminta pemerintah ikut membantu kaum buruh demi kesejahteraan yang layak. "Kami harap pemerintah Jember bisa membantu buruh untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, tentunya dengan merubah status mereka dari tenaga harian lepas menjadi karyawan tetap," kata Agustono dihadapan pejabat Disnakertrans.(jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Diduga Korupsi, Manager Kebun Mumbul PTPN XII Datangi Kejaksaan
- Diduga Korupsi, Manager Kebun Mumbul PTPN XII Datangi Kejaksaan
- KTT Rakyat Tuntut Solidaritas dan Kedaulatan
- Tuntut Presiden Minta Maaf, Puluhan Pencinta Musik Dangdut, Luruk Kantor DPRD Situbondo
- Tuntut Korban Pencabulan Drop Out, Siswa MAN Mogok Sekolah
- Pelepasan Aset Jember Disetujui DPRD
- PKNU Sosialisasi Status Hukum Partai ke Konstituen


