| Wah, Pasangan Kakek Nenek Meninggal Bersamaan |
| Kamis, 03 Mei 2012 - 11:27 wib | |
|
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Kejadian di Situbondo Jawa Timur ini cukup memberikan bukti tentang kebenaran janji "sehidup Semati". Pasalnya, dua orang insan yang merupakan suami istri, meninggal dalam waktu yang nyaris berbarengan.
Ny Bungkas (79) warga Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan, meninggal lebih dulu di rumahnya karena menderita sakit. Tak sampai 30 menit, suaminya, Mistari menyusul kepergian sang istri. Kakek 80 tahun itu diketahui tidak bernyawa saat duduk di samping jenazah istri tercintanya. Kontan saja kematian bersama pasutri berusia renta itu mengundang perhatian warga, hingga banyak berdatangan ke rumah duka. Jenazah pasutri itu pun dimakamkan bersampingan di TPU Dusun Kemiri Desa Silomukti. "Banyak warga menyebut pasangan itu benar-benar cinta sehidup semati. Mereka meninggal bukan karena kecelakaan, tapi memang faktor usia. Cuma kematiannya itu hampir bersama, tak sampai setengah jam," kata Saleh Hartadi, Kamis (3/5/2012). Lebih jauh Kepala Desa Silomukti itu mengatakan, hingga kini kematian pasutri itu masih menjadi buah bibir warga. Sebelum menghembuskan nafas terakhir Ny Bungkas sudah sering sakit-sakitan. Hampir 2 bulanan ini dia terlihat jarang keluar rumah. Selama istrinya sakit, Mistari yang seorang petani dikenal sangat setia menemani sang istri. Puncaknya terjadi saat Ny Bungkas meninggal dunia, sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika para tetangga mulai berdatangan, Mistari konon duduk meratap di samping jenazah istrinya. Namun, tak seberapa lama warga curiga karena posisi duduk Mistari tidak kunjung berubah. Warga mencoba mengajaknya bicara, namun tidak ada balasan suara. Benar saja, setelah dilihat Mistari ternyata telah tiada. "Saat disentuh kulit kedua jenazah saat itu masih sama-sama hangat. Berarti kematian keduanya tidak selang seberapa lama. Malam itu juga mereka langsung dimakamkan bersampingan," sambung Saleh Hartadi. Sebelum meninggal bersama, papar Saleh, selama hidupnya pasutri yang dikaruniai 6 orang anak itu memang dikenal rukun. Para tetangga nyaris tidak pernah melihat keduanya terlibat cek-cok. Sejak memasuki usia udzur, pasutri itu memilih tinggal bersama Kartini, salah seorang anaknya. (dts/jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- KPU Bondowoso Deadline Calon Pasangan Independen Hingga 20 Pebruari
- Khofifah Tunggu Pasangan Karsa Deklarasi
- Air Bah Situbondo Tewaskan Seorang Nenek
- Ngecer Togel, Kakek Sahnan Dibekuk Polisi
- Dua Kakek Duel di Sungai, Satu Tewas Mengenaskan
- Menggaku Anggota Intelkam, Peras Pasangan Selingkuh
- Seorang Mahasiswa Probolinggo Meninggal di Gunung Arguporo


