Jurnal Besuki
Minggu, 19 Mei 2013
Produk Semen Puger Tembus 500 ton/hari, Kontribusi PAD Nihil
Senin, 07 Mei 2012 - 09:39 wib
Jember (jurnalbesuki.com) - Pabrik Semen Puger yang menggunakan bahan baku dar tambang batu kapur yang terletak di Gunung Sadeng Puger ternyata belum memberikan kontribusi apa-apa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember. Padahal, pabrik yang terdata sudah memproduksi semen sampai 500 ton per hari itu sudah diperjual belikan hingga ke luar daerah. Dan hingga saat ini, Pabrik yang didirikan dan beroperasi sejak setahun lalu masih terus berjalan.
 
Fakta itu dinilai Ketua Fraksi Partai Golkar yang juga anggota komisi C DPRD Jember, Yudi Hartono sebagai hal yang tidak pantas. Semestinya, kegiatan pabrik yang memproduksi bahan baku bangunan fisik itu harus diimbangi dengan konsekuensi pembayaran kontribusi kepada pemerintah untuk mendongkrak PAD. "Kan sangat aneh jika kegiatan produksi sudah banyak seperti itu tetapi kontribusinya kepada PAD justru tidak muncul,"ujar Yudi dikantor Dewan, akhir pakan lalu.

Politisi Golkar itu juga mengaku heran karena hingga saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan ternyata tidak memiliki catatan lengkap mengenai aktifitas Pabrik Semen yang beroperasi di wilayah Jember selatan itu. Bahkan informasi bahwa Pabrik itu sudah memproduksi Semen hingga 500 ton per hari juga tidak dilaporkan. "Ini kan aneh, Disperindag tidak tahu mengenai hal itu. Dan sampai saat ini, belum ada kontribusi apapun kepada PAD Jember dari hasil produk semen tersebut," tutur Yudi kepada sejumlah wartawan.

Kepastian bahwa Disperindag dan ESDM itu tidak memiliki data tentang Pabrik Semen Puger diperoleh ketika dilakukan rapat dengar pendapat antara Komisi C DPRD Jember dengan Disperindag. ternyata Disperindag mengaku tidak punya catatan mengenai beroperasinya pabrik semen Puger, baik yang menyangkut jumlah produksinya ataupun bagi hasil dengan Pemkab Jember. Fakta tersebut sangatlah janggal, karena sejauh ini Pabrik Semen Puger telah memproduksi 500 ton semen tiap hari, dan sudah dijual sampai keluar daerah.

"Kok sudah dijual padahal belum ada launching produk semen. Jangan heran kalau sekarang muncul dugaan adanya modus untuk menghindari pajak daerah kepada mereka. Tidak hanya itu, Disperindag juga tidak mempunyai data mengenai pemasok bahan baku ke pabrik, pada hal data tersebut sangatlah penting karena menyangkut eksploitasi sektor pertambangan," imbuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Komisi C langsung melakukan inspeksi ke Pabrik yang memproduksi semen dari bahan dasar batu gamping di Puger. Kehadiran anggota Dewan itu untuk menggali data lebih lengkap terkait operasi pabrik tersebut. Hasilnya adalah, Pabrik Semen Puger mendapatkan bahan baku dari sejumlah daerah. Misalnya bahan utama kapur dibeli dari penambang di Gunung Sadeng. Tanah liat didapat melalui penambang rakyat di Desa Curah Nongko dan Andong Sari, Kecamatan Tempurejo. "Kalau Batu Bara itu di suplai oleh penambang dari Bengkulu, sedangkan Pasir Besi berasal dari Lumajang. Kita akan telusuri lebih jauh tentang dugaan kebocoran pajaknya," tegas Ketua Komisi C, Muhamad Asir yang langsung memimpin tim inspeksi.

Informasi lain yang diperoleh dari Yudi Hartono, DPRD Jember akan secepatnya menggelar rapat gabungan antara Komisi C dan Komisi B DPRD Jember dengan 2 Dinas terkait yaitu Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. "Kami akan seriusi persoalan itu dan akan kami tindak lanjuti hingga tuntas," pungkas Yudi.(ndan/jb1)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >