Jurnal Besuki
Rabu, 22 Mei 2013
Sadis, Bayi Dibuang di Hutan Baluran
Sabtu, 19 Mei 2012 - 20:12 wib
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Sadis betul orang tua bayi malang ini. Hanya demi menutup aibnya,  ibu dari bayi yang diduga merupakan  hasil perbuatan mesum itu membuang darah dagingnya sendiri di Hutan Baluran Situbondo, tepatnya disamping Pos Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) Hutan Baluran Situbondo, Sabtu (19/5/2012).
 
Pertama kali sekitar pukul 07.30 WIB  bayi  mungil berjenis kelamin perempuan dengan berat sekitar  2,5 Kg, serta   dengan panjang 49 Cm, pertama kali itu  ditemukan oleh salah seorang pedagan sayur keliling asal Banyuwangi. Saat ditemukan, kondisi bayi  tak berdosa itu masih hidup, dengan kondisi  diletakkan di atas meja di luar ruangan Pos PHPA Baluran, itupun  dengan kondisi  hanya diselimuti  dengan kain sarung.

“Saya kaget saat melintas di Pos PHPA Baluran, saat itu  saya melihat ada bungkusan yang mencurigakan, karena penasaran saya mencoba untuk mendekatinya, dan ternyata bungkusan yang  mencurigakan itu bayi berjenis kelamin perempuan yang dibungkus sarung, pada saat itupula saya langsung  melaporkan penemuan bayi itu  ke Polsek Banyuputih,” terang  Farida (21), salah seorang pedagang sayur keliling asal Galekan, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (19/5/2012).

Menurutnya, awalnya pihaknya akan melaporkan tentang penemuan bayi mungil kepada petugas pos PHPA Baluran, namun saat itu kondisi pos PHPA masih kosong tidak satupu  petugas yang ada di pos, sehingga pihaknya langsung melaporkan tentang penemuan bayi mungil itu Polsek Banyuputih, hingga akhirnya  bayi mungil berjenis kelamin  perempuan itu  langsung dibawa ke Puskesmas Banyuputih. “Saat ditemukan kondisi bayi mungil itu masih sehat,” imbuh Farida.

Kapolsek Banyuptih AKP Suyitno membenarkan tentang penemuan bayi mungil berjenis kelami perempuan, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pos PHPA Baluran. Menurutnya, kuat dugaan  bayi malang itu sengaja dibuang oleh orang tuanya setelah melahirkan, dengan tujuan untuk menutupi perbuatan aibnya.

“Untuk sementara kami tidak dapat menyimpulkan, apakah bayi mungil ini merupakan hubungan gelap atau tidak Sebab, hingga kini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui orang tua bayi yang dibuang di pos PHPA Baluran” ujar  AKP Suyitno, Kapolsek Banyuputih.

Suyitno menambahkan, karena saat ditemukan kondisi bayi perempuan itu  masih sangat kecil, serta saat ditemukan kondisinya lemah, sehingga untuk memulihkan kesehatannya bayi mungil itu  langsung dibawa ke Puskesmas Banyuputih. “Meski banyak yang akan mengadopsi bayi berjenis kelamin tersebut, namun untuk sementara kami menitipkan bayi tersebut di Puskesmas Banyuputih,” pungkasnya.(ari/Jb1)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >