| Mahfud MD Hadiri 40 Hari Wafat KH Sofyan |
| Minggu, 20 Mei 2012 - 13:32 wib | |
|
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Kharisma Al-Maghfurlah KH Ach Sufyan Miftahul Arifin masih dirasakan oleh para jamaahnya. Terbukti saat peringatan 40 hari wafatnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga guru spiritual dan juga menjadi panutan warga Nahdliyin di Jawa Timur, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Panji Kidul, Kecamatan Panji, Sabtu (19/05/2012) sekitar pukul 19.00 WIB, dihadiri sekitar 25 ribu umat islam. Namun, saking banyaknya umat islam yang datang dari pelosok Kabupaten Situbondo, serta diketahui datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, yang menghadiri kegiatan tahlil dan pembacaan sarwah Shomadiyah sebanyak 1,3 juta pada peringatan 40 hari wafatnya KH Ach Sufyan Miftahul Arifin, para jamaah itu diketahui tidak hanya memadati dilingkungan komplek Ponpes Mambaul Hikam. Bahkan, diluar lingkungan komplek Ponpes dengan luas sekitar 3 hektar juga dipenuhi para jamaah tahlil dan pembacaan sarwah Shomadiyah. Selain dihadiri sekitar 25 ribu umat islam dari berbagai daerah di Jawa Timur, pada peringatan 40 hari atas wafatnya ahli tauhid, tassawuf dan mursyid toriqot juga dihadiri ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI Prof Dr Moh Mahfud MD, Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH, dan Wabup Rahmad SH.M.Hum, Bupati Bondowoso, Drs KH Amin Said Hosni M.S, hadir pula sederetan habaib di Kota Situbondo. Selain itu, juga dihadiri beberapa kiai, diantaranya, KH Hasan Syaiful Islam, salah satu pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya itu, pengasuh Ponpes Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, KH Moh Azaim, dan dua orang pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, yakni KH Fadailul Rahman Zaini, dan KH Zuhri Zaini, berikut KHR Moh Kholil As’ad, pengasuh Ponpes Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, yang juga menantu almarhum KH Ach Sufyan Miftahul Arifin itu, juga hadir pada peringatan 40 hari wafatnya salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan guru spiritual yang menjadi panutan warga Nahdliyin di Jawa Timur . “Kami atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para jamaah yang hadir pada peringatan 40 hari wafatnya Al-Marghfurlah KH Ach Sufyan Miftah red-),” ujar Lora Nasrullah, salah seorang kerabat dekat almarhum KH Ach Sufyan Miftahul Arifin, . Lora yang akrab dipanggil Ayung ini menambahkan, pihak keluarga almarhum berharap kepada umat islam diseluruh pelosok Kabupaten Situbondo, agar juga hadir pada peringatan 100 hari wafatnya Al-Maghfurlah KH Ach Sufyan Miftahul Arifin. “Peringatan 100 hari wafatnya KH Ach Sufyan Miftahul Arinfin rencananya akan dilaksanakan pada Ahad malam Senin 26 Sya’ban 1433 H atau 15 Juli 2012 mendatang di Ponpes Mambaul Hikam sekitar pukul 18.00 WIB.” Imbau Lora Ayung. Sementara itu, Ketua MK RI, Prof Dr Moh Mahfudz MD dalam kesempatan itu mengungkapkan, kalau kehadirannnya pada peringatan 40 hari wafatnya Al-Maghfurlah KH Ach Sufyan Miftahul Arifin adalah berdo’a untuk diri kita sendiri. Sebab, KH. Ach Sufyan Miftahul Arifin ini tidak butuh lagi do’a dari para jamaah, karena Al-Maghfurlah wafat dalam puncak khusnul khotimah. “Al-Maghfurlah wafat saat menjalankan ibadah umrah di Kota Mekkah pada malam jum’at. Selain itu, Belaiu (KH Ach Sufyan red-) dishalatkan di Masjidil Haram, serta dimakamkan di Kota Ma’la dekat dengan makam Sayyidatina Siti Khatijah, karena itulah beliau wafat dalam puncak khusnul khotimah,” kata Prof Dr Moh Mahfud MD, dalam mengawali sambutannya. Mantan Menhankam RI pada era Presiden Gus Dur ini menungkapkan, Al-Maghfurlah KH Ach Sufyan Miftahul Arifin merupakan ulama yang sangat bijak dan ihklas. Selain itu, beliau juga tidak pernah mengharapkan apapun untuk kepentingan pribadi. Bahkan, selama hidupnya beliau hanya untuk mengabdikan kepada kepetingan dan demi kebaikan masyarakat. “"Karena itulah, wafatnya beliau merupakan kehilangan besar bagi kita, bukan hanya NU, tapi juga bangsa Indonesia. Selain itu, kiprah beliau dalam membesarkan NU dan menanamkan pentingnya rasa kebangsaan ke santri sangat tinggi, sehingga menjadikannya belaiu menjadi sosok kiai yang sangat disegani di Indonesia," bebernya. Pria yang akrab dipanggil Mahfud ini menambahkan, sepuluh hari sebelum wafat KH Ach Sufyan Miftahul Arifin berkirim surat, surat itu diantar oleh Aqiq Zaman, salah seorang Anggota DPRD Jatim dari PKNU, dalam suratnya beliau berpesan degan pesan yang sangat menyejukkan. “Saya tidak menduga sama sekali kalau pada saat itu merupakan komunikasi yang terakhir dengan saya, karena sebelumnya juga pernah mengirim surat, isinya Indonesia itu harus dijaga, supaya kaum muslimin, muslimat dijaga supaya hidup bagus, baik hidup di negeri ini, beliau ini sangat perhatian sekali terhadap kepentingan Negara, agar rakyatnya hidup tenteram, damai dan makmur,” imbuh Mahfudz MD KH Hasan Syaiful Islam dalam tausiahnya mengatakan, pihaknya sangat kehilangan dengan wafatnya salah seorang panutan warga Nahdliyin dan guru spiritual di Jawa Timur. Bahkan, saat menyampaikan tausiahnya salah seorang pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Kraksaan Genggong, Kabupaten Probolinggo. ‘Almarhum KH Ach Sufyan Miftahul Arifin ini salah seorang kiai yang Allama (pintar dalam bidang ilmu agama), meski almarhum KH Ach Sufyan Miftah itu alim, namun Beliau masih tetap menghormati orang lain. Selain itu, almarhum juga mempunyai akhlak yang mulia, ” kata KH Hasan Syaiful Islam. Pengasuh Ponpes Zainul Hasan ini menambahkan, sungguh layak kalau sosok KH. Achmad Sufyan Miftahul Arifin ini, ditulis dan dijadikan sejarah bahwa beliau merupakan tokoh besar dan dekat sang Khaliq, didalam sejarah tersebut tidak hanya dijadikan kebanggaan saja, akan tetapi semata-mata untuk bisa diteladani oleh masyarakat yang lain atas kiprah beliau semasa hidupnya, Jasa sebagai perjuangan beliau ini yang harus diteladani. Karena beliau selama hidupnya yang kerjakan semata-mata hanya karena Allah SWT. (ari/Jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Tempat Pembuangan Akhir Pakusari Perlu Diperluas
- Kemenag Sediakan Kloter Khusus Lansia Per Tahun Ini
- Khofifah Tunggu Pasangan Karsa Deklarasi
- Prabowo, Mahfud dan Mega Dinilai Tegas
- Tersangka Pencabulan Akhirnya Nikahi Korban
- Mahfud MD Blak-blakan Soal Wanita Simpanan
- Perjalanan Dr. Ali Shariati, Mulai Penjara Hingga Temuan Piramida


