| Rebutan Proyek, Dua Rekanan “Bentrok” |
| Senin, 28 Mei 2012 - 18:08 wib | |
|
Bondowoso (jurnalbesuki.com) - Dua pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Bondowoso nyaris adu fisik di kantor Bagian Umum Pemkab Bondowoso, Jum'at ( 25/5) siang. Kuat dugaan, hal tersebut dipicu oleh persoalan proyek fisik senilai Rp. 200 juta lebih yang berlokasi di Pendopo Kabupaten. Untungnya, peristiwa tersebut cepat dilerai sehingga adu fisik berhasil digagalkan.
Menurut keterangan yang dihimpun, menyebutkan bahwa dua orang tersebut berinisial Jm dan Pg. Keduanya terlibat cekcok setelah sebelum akhirnya nyaris adu fisik. "Mula-mula Jm datang ke Bagian Umum untuk mendaftar proyek yang saat itu memang ada pelelangan. Ketika Jm hendak mendaftar ia tiba-tiba dicegat oleh seorang wanita yang kebetulan juga berprofesi sebagai pengusaha kontruksi. Wanita tersebut mengharapkan agar Jm tidak mendaftar. Namun, hal itu yang membuat Jm marah. Kemarahan Jm ini menyebabkan wanita tersebut menyampaikannya ke Pg. Mendengar cerita itu, Pg kemudian mendatangi Jm dan meminta agar tidak mendaftar. Akan tetapi Jm tetap ngotot untuk mendaftar sehingga hal itu melahirkan emosi memuncak di hati Pg. maka terjadilah perang mulut antara keduanya. "Mereka nyaris adu fisik, Mas. Untungnya ada yang melerai," katanya. Akhirnya kedua orang tersebut berhasil diamankan. Namun Jm mengaku tetap akan mendaftar dalam proyek itu. Menanggapi hal itu, Ketua LSM LAKI Kabupaten Bondowoso, H. AMin Suwarjo mengatakan bahwa dua orang tersebut tidak bisa dipersalahkan. Sebab, dalam aturan main di dunia kontruksi, selama bukan rekanan dari luar daerah, rekanan boleh mendaftar. Namun, jika sudah ada deal dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kenapa harus ribut.ucap kesal amin "Yang harus dipersalahkan dalam hal ini adalah Kepala Bagian Umum, Pak Halil. Kok ada deal-deal begini,berarti sudah tidak fer apalah artinya lelang itu. Kalau seperti itu kan kasihan rekanan, sudah terlanjut bayar fee di muka, Rekanan itu bukan orang kaya, uang yang dipakek itu uang pinjaman,"Amin berjanji akan menerjunkan tim-nya untuk menyelidiki apakah ada permainan antara rekanan dan rekanan tersebut. "Saya akan menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus ini. Jangan-jangan rekanan hanya jadi sapi perah," kata Amin yang juga ketua FPI. Supriadi, SH anggota komisi III DPRD Bondowoso, saat dikonfirmasi sangat menyayangkan dengan terjadinya peristiwa dua rekanan rebutan proyek berarti ada yang tidak beres. Apa lagi ada bahasa deal-deal harusnya SKPD memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat “gak usah dibuat rebut-ribut lah”.kata politikus muda berkaca mata dari PKB. Sementara, Kabag Umum, Halil saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya tidak ada jawaban. (giek/jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Diguyur Hujan, Dua Rumah Kakak Beradik Roboh
- Dinkes Situbondo Bangun Dua Poliklinik Khusus Penyakit Dalam
- Dua Kakek Duel di Sungai, Satu Tewas Mengenaskan
- Berduaan di Kamar Hotel,Kasek SD Digerebek
- Dihantam Gelombang, Dua Perahu Nelayan Pecah
- Disatroni Maling, Dua Motor Juragan Bahan Bangunan Raib
- Kondisi Kejiwaan Pembacok Dua Polisi Normal


