| Belasan PSK Situbondo Terjangkit Virus HIV/AIDS |
| Selasa, 29 Mei 2012 - 18:29 wib | |
|
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Belasan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar pada tiga lokalisasi di Kota Situbondo terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS. Namun, hingga akhir April 2012 ini tercatat sebanyak 15 PSK penghuni tiga lokalisasi yang terjangkit dengan penyakit mematikan tersebut. Tiga lokalisasi di Kota Situbondo yang penghuninya terjangkit dengan penyakit mematikan tersebut. Masing-masing adalah, sebanyak 4 PSK penghuni lokalisasi Gunung Sampan (GS), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, serta 4 PSK penghuni lokalisasi warung remang-remang Jurusan Situbondo-Bondowoso. Selain itu, sebanyak 7 PSK diketahui penghuni lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Kenyataan tentang belasan PSK di Kota Situbondo yang terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS tersebut berdasarkan hasil investigasi LSM Symponi Akar Rumput (SAR) Situbondo terhadap sejumlah lokalisasi di Kota Situbondo. “Hingga kini belasan PSK yang terjangkit dengan penyakit mematikan itu masih menghuni pada tiga lokalisasi di Kota Situbondo, namun rata-rata PSK penghuni lokalisasi di Kota Situbondo yang terjangkit penyakit HIV/AIDS adalah pendatang,” terang Heru Hartanto, Direktur LSM SAR, Selasa (29/5/2012). Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi LSM SAR hingga akhir April tahun 2012 ini, jumlah total warga Kabupaten Situbondo yang terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS berjumlah 49 penderita, para penderita HIV/AIDS tersebut tersebar pada 16 kecamatan dari 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo. ”Dengan demikian, dari 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo, namun hanya satu kecamatan yang diketahui warganya masih belum terjangkit atau steril dengan penyakit mematikan tersebut, yakni Kecamatan Jatibanteng,” imbuh pria yang akrab dipanggil Heru. Nah, karena hingga kini jumlah penderita HIV/AIDS masuk dalam kategori yang cukup memprihatinkan di Kabupaten Situbondo, pihaknya meminta kepada Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kabupaten Situbondo agar bekerja lebih maksimal untuk memotong mata rantai penularan dan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo .”Sedangkan berdasarkan status pekerjaan dan pendidikan penderita penyakit itu, , cukup beragam mulai karyawan, waria, buruh, tenaga kerja wanita hingga ibu rumah tangga biasa,” pungkasnya.(ari/Jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Jatah Bantuan Raskin di Situbondo Dikurangi
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Mobnas Pemkab Situbondo Nabrak Truk Boks, 4 PNS Luka Parah
- Jadi Calo, PNS Pemkab Situbondo Dipolisikan
- Siswa SMK Situbondo Jalani Test Urine
- Truk Terguling, Belasan Ekor Sapi Berhamburan


