Jurnal Besuki
Rabu, 19 Juni 2013
Belasan PSK Situbondo Terjangkit Virus HIV/AIDS
Selasa, 29 Mei 2012 - 18:29 wib
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Belasan  Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar pada tiga lokalisasi di Kota Situbondo terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS. Namun, hingga akhir  April 2012 ini  tercatat sebanyak 15 PSK penghuni tiga  lokalisasi   yang terjangkit dengan penyakit  mematikan tersebut.
 
Tiga lokalisasi di Kota Situbondo yang penghuninya terjangkit dengan penyakit mematikan tersebut. Masing-masing adalah, sebanyak 4 PSK penghuni  lokalisasi Gunung Sampan (GS), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, serta  4 PSK penghuni lokalisasi warung remang-remang Jurusan Situbondo-Bondowoso. Selain itu, sebanyak 7 PSK diketahui penghuni lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan.

Kenyataan  tentang belasan PSK di Kota Situbondo yang terjangkit dengan  penyakit HIV/AIDS  tersebut berdasarkan hasil investigasi  LSM Symponi Akar Rumput (SAR) Situbondo terhadap sejumlah lokalisasi di Kota Situbondo. “Hingga kini belasan PSK yang terjangkit dengan  penyakit mematikan  itu masih menghuni  pada tiga lokalisasi di Kota Situbondo, namun rata-rata PSK penghuni lokalisasi di Kota Situbondo  yang terjangkit penyakit HIV/AIDS  adalah pendatang,” terang Heru Hartanto, Direktur LSM SAR, Selasa (29/5/2012).

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi LSM SAR hingga akhir April tahun 2012 ini, jumlah total warga Kabupaten Situbondo yang terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS berjumlah 49 penderita, para  penderita HIV/AIDS tersebut tersebar pada 16 kecamatan dari 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo.

”Dengan demikian, dari  17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo, namun  hanya satu kecamatan yang diketahui warganya  masih  belum terjangkit atau  steril dengan penyakit mematikan tersebut, yakni   Kecamatan Jatibanteng,” imbuh pria yang akrab dipanggil Heru.

Nah, karena hingga  kini jumlah penderita HIV/AIDS masuk dalam kategori yang cukup memprihatinkan di Kabupaten Situbondo, pihaknya meminta kepada Komisi Pemberantasan  AIDS (KPA) Kabupaten  Situbondo agar bekerja lebih  maksimal untuk memotong mata rantai penularan dan  penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo  .”Sedangkan berdasarkan status pekerjaan dan pendidikan penderita penyakit itu, , cukup beragam mulai karyawan, waria, buruh, tenaga kerja wanita hingga ibu rumah tangga biasa,” pungkasnya.(ari/Jb1)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >