Jurnal Besuki
Minggu, 19 Mei 2013
Ratusan Siswa SD Negeri 01 Landangan Belajar di Rumah Warga
Jumat, 01 Juni 2012 - 17:26 wib
ImageSitubondo (jurnalbesuki.com) - Ratusan  siswa-siswi  SD Negeri 01 Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo Jawa Timur mengaku  terpaksa harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM)  di salah satu rumah milik warga sekitar sekolah.  PBM itu   dilakukan dalam  dua pecan terakhir ini.
 
Pasalnya,  sejumlah ruang kelas SD Negeri 01 Landangan ini   mengalami rusak parah, dengan kondisi tembok   bangunan sekolahnya diketahui banyak yang retak, kayu plafonnya rapuh dan asbesnya runtuh,  sedangkan kerusakan terparah terjadi pada tiga ruang kelas, yakni ruang kelas II, IV, dan ruang kelas V, dengan kondisi bangunannya mulai  miring. Bahkan, diketahui nyaris ambruk.

Diperoleh keterangan, bangunan SD Negeri 1 Landangan itu dibangun pada tahun 2007 lalu  melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, sedangkan pengerjaannya  dikerjakan oleh pihak ketiga atau  rekanan di Kota Situbondo, namun baru  selesai dibangun sekitar lima tahun lalu. Ironisnya, kondisi bangunan sekolah tersebut  tembok bangunannya diketahui   banyak yang retak.

 Bahkan, saat ini  kondisi bangunan pada tiga ruang  kelas diketahui kondisinya mulai     miring dan nyaris ambruk. Namun   karena dikhawatirkan tiga bangunan ruang kelas  itu  roboh,  pihak sekolah melarang  para siswanya   agar tidak mendekat pada tiga bangunan  ruang kelas tersebut.

“Kerusakan terparah terjadi pada tiga ruang  kelas, yakni  terjadi diruang kelas II, IV dan V, dengan kondisi temboknya diketahui  banyak yang retak, selain itu, kayu plafonnya rapuh dan bolong-bolong.  Untuk  menghindari kejadian yang tak diinginkan, terpaksa siswa kami ungsikan dan numpang belajar di rumah warga,” terang Suryadi Wakil Kepala  Sekolah Wakasek SD Negeri 01 Landangan, Jumat (1/6/2012).

Dituturkan, sebetulnya  bangunan sejumlah ruang kelas SD Negeri 01 Landangan itu sudah lama rusak,  namun  untuk menghindari  para siswa tertimpa dengan  reruntuhan  bangunan sekolah, sehingga sejak   dua pecan terakhir ini pihak sekolah  terpaksa mengungsikan siswa kelas II, IV dan kelas V untuk mengikuti PBM   di rumah warga.

 “Sejak kondisinya bertambah parah, kami langsung  melaporkan kerusakan gedung sekolah ke Dinas Pendidikan  Nasional (Dispendik) Situbondo, namun hingga kini  belum ada bantuan dari Dispendik, sehingga untuk sementara kami  langsung mengungsikan para siswa tiga kelas agar mengikuti PBM  di rumah warga, meski para siswa mengaku tidak konsentrasi dan tidak focus belajar, karena itulah, saya berharap kepada Dispendik Situbondo agar segera memperbaiki tiga ruang kelas yang rusak, dengan harapan, proses PBM kembali berjalan normal,’’ harap Suryadi.

Sementara itu, salah seorang  siswi kelas II SD Negeri 01 Landangan  yang mengikuti PBM di rumah warga itu  mengaku tidak konsentrasi belajar dirumah warga,  karena sering  terdengar  suara ayam yang  mengganggu terhadap  proses belajar para  siswa. ‘’Saya  ingin  segera kembali belajar di ruang kelas, karena belajar disini (rumah warga bising), karena itulah  saya mewakili teman-teman  meminta  kepada Pemkab agar   segera memperbaiki ruangan kelas yang rusak itu, karena kami ingin belajar dengan tenang,’’pinta Siska (8 tahun).(ari/Jb1)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >