| Ratusan Siswa SD Negeri 01 Landangan Belajar di Rumah Warga |
| Jumat, 01 Juni 2012 - 17:26 wib | |
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Ratusan siswa-siswi SD Negeri 01 Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo Jawa Timur mengaku terpaksa harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM) di salah satu rumah milik warga sekitar sekolah. PBM itu dilakukan dalam dua pecan terakhir ini.Pasalnya, sejumlah ruang kelas SD Negeri 01 Landangan ini mengalami rusak parah, dengan kondisi tembok bangunan sekolahnya diketahui banyak yang retak, kayu plafonnya rapuh dan asbesnya runtuh, sedangkan kerusakan terparah terjadi pada tiga ruang kelas, yakni ruang kelas II, IV, dan ruang kelas V, dengan kondisi bangunannya mulai miring. Bahkan, diketahui nyaris ambruk. Diperoleh keterangan, bangunan SD Negeri 1 Landangan itu dibangun pada tahun 2007 lalu melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, sedangkan pengerjaannya dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan di Kota Situbondo, namun baru selesai dibangun sekitar lima tahun lalu. Ironisnya, kondisi bangunan sekolah tersebut tembok bangunannya diketahui banyak yang retak. Bahkan, saat ini kondisi bangunan pada tiga ruang kelas diketahui kondisinya mulai miring dan nyaris ambruk. Namun karena dikhawatirkan tiga bangunan ruang kelas itu roboh, pihak sekolah melarang para siswanya agar tidak mendekat pada tiga bangunan ruang kelas tersebut. “Kerusakan terparah terjadi pada tiga ruang kelas, yakni terjadi diruang kelas II, IV dan V, dengan kondisi temboknya diketahui banyak yang retak, selain itu, kayu plafonnya rapuh dan bolong-bolong. Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, terpaksa siswa kami ungsikan dan numpang belajar di rumah warga,” terang Suryadi Wakil Kepala Sekolah Wakasek SD Negeri 01 Landangan, Jumat (1/6/2012). Dituturkan, sebetulnya bangunan sejumlah ruang kelas SD Negeri 01 Landangan itu sudah lama rusak, namun untuk menghindari para siswa tertimpa dengan reruntuhan bangunan sekolah, sehingga sejak dua pecan terakhir ini pihak sekolah terpaksa mengungsikan siswa kelas II, IV dan kelas V untuk mengikuti PBM di rumah warga. “Sejak kondisinya bertambah parah, kami langsung melaporkan kerusakan gedung sekolah ke Dinas Pendidikan Nasional (Dispendik) Situbondo, namun hingga kini belum ada bantuan dari Dispendik, sehingga untuk sementara kami langsung mengungsikan para siswa tiga kelas agar mengikuti PBM di rumah warga, meski para siswa mengaku tidak konsentrasi dan tidak focus belajar, karena itulah, saya berharap kepada Dispendik Situbondo agar segera memperbaiki tiga ruang kelas yang rusak, dengan harapan, proses PBM kembali berjalan normal,’’ harap Suryadi. Sementara itu, salah seorang siswi kelas II SD Negeri 01 Landangan yang mengikuti PBM di rumah warga itu mengaku tidak konsentrasi belajar dirumah warga, karena sering terdengar suara ayam yang mengganggu terhadap proses belajar para siswa. ‘’Saya ingin segera kembali belajar di ruang kelas, karena belajar disini (rumah warga bising), karena itulah saya mewakili teman-teman meminta kepada Pemkab agar segera memperbaiki ruangan kelas yang rusak itu, karena kami ingin belajar dengan tenang,’’pinta Siska (8 tahun).(ari/Jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- KOMISI B DESAK TANJUNG PAPUMA DIBUKA KEMBALI
- Petinggi PKS Ditangkap KPK, Kader Daerah Syok
- Dilarang Bertunangan, Seorang Pemuda Nekat Minum Racun Serangga
- Jatah Bantuan Raskin di Situbondo Dikurangi
- Tempat Pembuangan Akhir Pakusari Perlu Diperluas
- Simpan Sabu, Bos Dealer Motor Diciduk Polisi
- Kemenag Sediakan Kloter Khusus Lansia Per Tahun Ini


Situbondo (jurnalbesuki.com) - Ratusan siswa-siswi SD Negeri 01 Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo Jawa Timur mengaku terpaksa harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM) di salah satu rumah milik warga sekitar sekolah. PBM itu dilakukan dalam dua pecan terakhir ini.