| Dana BHCTHT Situbondo Untuk Padat Karya Infrastruktur |
| Senin, 04 Juni 2012 - 20:47 wib | |
|
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Untuk tahun 2012 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mendapat bantuan kucuran dana segar dari Pemerintah Pusat dengan nomimal sebesar Rp. 6,952 miliar lebih. Bantuan dana segar itu diketahui berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tahun 2012.
Namun, kucuran dana segar dari DBHCHT untuk tahun 2012 dengan nominal Rp. 6,592 miliar lebih. Dana itu akan dibagikan kepada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Situbondo, salah satunya yang mendapat kucuran dana itu adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Situbondo yang mendapat jatah kucuran dana program DBHCHT untuk tahun 2012 sebesar Rp. 500 juta. Seperti yang diungkapkan Kepala Disnakertrans Pemkab Situbondo Drs H Edi Susilo M.Si, untuk tahun ini pihaknya mendapat bantuan kucuran dana DBHCHT sebesar Rp. 500 juta, namun sejumlah dana segar bantuan dari DBHCHT untuk tahun 2012 itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur diwilayah penghasil tembakau di Kabupaten Situbondo. “Sedangkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur itu akan dilaksanakan dengan system padat karya, yakni pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 800 meter di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan, serta pembanguan saluran air atau tersier di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng,” ujar Drs H edi Susilo M.Si, Kepala Disnakertrans Pemkab Situbondo, Minggu (3/6/2012). Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Situbondo mengatakan, pihaknya sengaja merencanakan dua pembangunan infrstruktur pada dua lokasi yang berbeda, karena Desa Sumber Pinang dan Desa Semambung itu merupakan daerah penghasil tanaman tembakau di Kabupaten Situbondo. “Kami sengaja memprioritaskan dana bantuan DBHCHT tahun 2012 ini untuk pembangunan dan peningkatan akses jalan di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan, serta pembangunan saluran air atau tersier di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, karena dua desa itu merupakan kantung tanaman tembakau di Kabupaten Situbondo,” beber Edi Susilo. Edi Susilo menambahkan. dana yang dialokasi untuk kegiatan fisik diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di desa berupa jalan akses pertanian dan saluran air atau tersier dilakukan,”Dengan harapan, adanya perbaikan infrastruktur jalan ini diharapkan akses ekonomi hasil pertanian akan meningkat,” pungkasnya.(ari/Jb1) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Terkait :
- Pansus Lahan Lapter Untuk Penelusuran Keabsahan Tanah
- Jatah Bantuan Raskin di Situbondo Dikurangi
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Jadi terdakwa, Bupati Situbondo Copot Kades Korupsi
- Mobnas Pemkab Situbondo Nabrak Truk Boks, 4 PNS Luka Parah
- Jadi Calo, PNS Pemkab Situbondo Dipolisikan
- Nelayan Panarukan Gelar Ritual Untuk Korban Laut


