Jurnal Besuki
Sabtu, 25 Mei 2013
Dana BHCTHT Situbondo Untuk Padat Karya Infrastruktur
Senin, 04 Juni 2012 - 20:47 wib
Situbondo (jurnalbesuki.com) - Untuk tahun 2012 Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Situbondo mendapat bantuan  kucuran dana segar dari Pemerintah Pusat dengan nomimal sebesar Rp. 6,952 miliar lebih. Bantuan   dana  segar  itu  diketahui berasal  dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tahun 2012.

Namun, kucuran  dana segar dari DBHCHT untuk tahun 2012 dengan nominal  Rp. 6,592 miliar lebih. Dana   itu akan  dibagikan  kepada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Situbondo, salah satunya yang mendapat kucuran dana itu  adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Pemkab Situbondo yang mendapat jatah  kucuran dana program DBHCHT untuk tahun 2012 sebesar Rp. 500 juta.

Seperti yang diungkapkan Kepala Disnakertrans Pemkab Situbondo Drs H Edi Susilo M.Si, untuk tahun ini pihaknya mendapat bantuan kucuran dana DBHCHT sebesar Rp. 500 juta, namun sejumlah dana segar  bantuan  dari DBHCHT untuk tahun 2012 itu  rencananya akan digunakan untuk  pembangunan  infrastruktur diwilayah penghasil tembakau di Kabupaten Situbondo.

“Sedangkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur itu  akan dilaksanakan  dengan system padat karya, yakni pembangunan dan peningkatan  jalan sepanjang 800 meter di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan, serta pembanguan saluran air atau tersier di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng,” ujar Drs H edi Susilo M.Si, Kepala Disnakertrans Pemkab Situbondo, Minggu (3/6/2012).

Mantan  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Situbondo mengatakan, pihaknya sengaja merencanakan  dua pembangunan infrstruktur pada   dua lokasi yang berbeda, karena Desa Sumber Pinang dan Desa Semambung itu merupakan daerah penghasil tanaman  tembakau di Kabupaten Situbondo.

“Kami sengaja memprioritaskan dana  bantuan DBHCHT  tahun 2012 ini  untuk pembangunan dan   peningkatan akses jalan di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan, serta pembangunan saluran air atau tersier di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, karena dua desa itu merupakan  kantung tanaman  tembakau di Kabupaten Situbondo,” beber  Edi Susilo.

Edi Susilo menambahkan. dana yang dialokasi untuk kegiatan fisik diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di desa berupa jalan akses pertanian dan saluran air atau  tersier dilakukan,”Dengan harapan,  adanya perbaikan infrastruktur jalan ini diharapkan akses ekonomi hasil pertanian akan meningkat,” pungkasnya.(ari/Jb1)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >