Jurnal Besuki
Rabu, 22 Mei 2013
Jember, Situbondo, Banyuwangi Lumbung Kekerasan?
Selasa, 26 Oktober 2010 - 18:03 wib

Surabaya (jurnalbesuki.com) - Jaringan Masyarakat Anti Kekerasan (Jamak) Jatim mengungkapkan data kekerasan berbasis agama (pelanggaran kebebasan beragama) di Jatim melonjak. Hingga Oktober 2010, terdapat 14 peristiwa kekerasan. Dibandingkan tahun lalu, angka ini mengalami kenaikan karena hingga Desember 2009 berjumlah 12 peristiwa.


Koordinator Jamak Jatim Pdt Simon Filantropa kepada wartawan saat hearing dengan F-PDIP DPRD Jatim, Selasa (26/10/2010) menegaskan, kekerasan berbasis agama itu terjadi di 10 kabupaten/kota di Jatim. "Sebanyak 30 persen kekerasan berbasis agama secara nasional terjadi di Jatim," tegasnya.

Kesepuluh daerah di Jatim yang jadi lumbung kekerasan beragama adalah Surabaya (4 peristiwa), Mojokerto (2), Jombang (1), Malang (1), Sumenep (1), Situbondo (1), Jember (1), Banyuwangi (1), Bojonegoro (1) dan Trenggalek (1).

Peristiwa kekerasan beragama, menurut dia, yang dimaksud adalah penyerangan, perusakan, intimidasi, pemukulan, penganiayaan, pemaksaan pindah keyakinan beragama, dan pengusiran. "Dalam seluruh peristiwa kekerasan, aparat pemerintah dan penegak hukum melakukan pelanggaran HAM dalam hal kebebasan beragama atau berkeyakinan. Mereka (aparat, red) melakukan tindakan tersengaja maupun pembiaran," tuturnya

Jamak Jatim terdiri dari 41 unsur LSM, pesantren, ormas organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan, lembaga bantuan hukum dan tokoh agama. Di antaranya adalah LBH Surabaya, KontraS Surabaya, AJI Surabaya, GaYa Nusantara, IKUB Jatim, Savy Amira-WCC Surabaya, Pusham Unair, Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Jatim, Pemuda Katholik Jatim, KPI Jatim dan CMARs Surabaya. [jb 3/beritajatim.com]
 
< Sebelumnya   Berikutnya >