Dalam penggerebekan arena kembang api tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 22 unit sepeda motor, yang ditinggal para pemiliknya dan di parkir di halaman rumah salah seorang warga setempat.
Selanjutnya, untuk memberikan efek jera, sebanyak 22 unit sepeda motor yang ditiinggal para pemiliknya berperang kembang ap itu, langsung diamankan ke Mapolres Situbondo sebagai barang bukti
Diperoleh keterangan, sebelum membubarkan perang kembang api, petugas Polsek Kapongan melakukan patroli Kamtibmas diiwilayahnya, namun saat melakukan patroli petugas mendapat informasi ada perang kembang api di dusun karang malang, Desa Pokaan.
Sehingga untuk menindaklanjuti informasi tersebut, petugas berkoordinasi dengan Kades Gebangan dan Kades Pokaan. Mengingat lokasi areal tanaman jagung yang dijadikan perang kembang api itu, perbatasan langsung antara Desa Pokaan dengan Desa Gebangan.
Ironisnya, saat petugas gabungan meminta kepada remaja untuk menghentikan perang kembang api tersebut. Namun, para remaja tidak menghiraukan himbauan petugas, hingga akhirnya petugas mengamankan 22 unit sepeda motor, yang diparkir di halaman rumah warga.
Kapolsek Kapongan, Situbondo Iptu Teguh Santoso mengatakan, pihaknya terpaksa mengamankan sebanyak 22 unit sepeda motornya para remaja yang berperang kembang api.
"Sebab, saat dihimbau agar berhenti, mereka tidak menghiraukan himbauan petugas. Makanya, untuk memberikan efek jera, sebanyak 22 unit sepeda motor langsung diamankan ke Mapolres Situbondo,"ujar Iptu Teguh Santoso, Senin (8/4/2024).
Menurut dia, pihaknya sengaja membawa 22 unit motonya ke Mapolres Situbondo sebagai upaya pembinaan dan memberikan efek jera. Dengan harapan, tidak mengulangi lagi kegiatan perang kembang api yang tidak ada manfaatnya
"Bahkan, perang kembang api itu, cenderung sangat membahayakan dirinya dan orang lain. Selain itu, peramg kembang api juga menganggu ketertiban umum serta para pengguna jalan yang hendak melintas,"kata Iptu Teguh Santoso.(ary)